Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2026

Emosi sebagai Tuan, Manusia sebagai Budak

Gambar
"Putus hubungan dahulu, menyesal kemudian". Ini adalah contoh ketika emosi dapat memengaruhi pengambilan keputusan seseorang. Sangat banyak contoh lainnya ketika kita seringkali menyesali keputusan yang kita ambil karena proses pengambilan keputusan dilandaskan pada emosi, bukan rasional atau akal sehat. Saya pilih contoh tadi karena banyak saya temui kasus putus hubungan karena pengambilan keputusan yang dilakukan saat seseorang sedang dikuasai emosi. Baik kita sadari atau tidak, banyak masalah yang sebenarnya bisa kita selesaikan dengan cara berdiskusi, tetapi justru masalah tersebut tidak selesai, karena apa? karena ego dan gengsi yang jalannya dibukakan oleh emosi. Tidak hanya emosi negatif (contoh: marah, jijik, atau sedih), emosi positif (contoh: senang) juga dapat membuat manusia tidak waras dan rentan bias. Hal ini banyak terjadi pada manusia yang sedang jatuh cinta. Manusia yang sedang jatuh cinta tidak pernah waras dan akan selalu bias. Secara tidak kita sadari, ist...